OtoTekno, aksaranews.com — Meski sudah dirilis sejak akhir 2020, MacBook Air M1 masih menjadi incaran banyak pengguna di tahun 2025.
Performanya yang tangguh, desain tipis, dan efisiensi daya tinggi membuat laptop ini tetap relevan meski generasi M2 dan M3 sudah hadir.
Lalu, apakah MacBook Air M1 masih layak dipilih di tengah banyaknya pilihan Mac terbaru?
Performa: M1 Masih Tangguh
Chip Apple M1 dengan 8-core CPU dan 7/8-core GPU memang bukan yang terbaru, tapi tetap cukup untuk kebutuhan harian seperti browsing, desain ringan, coding, hingga editing video 1080p.
Dibandingkan laptop Windows di kelas harga serupa, performa M1 masih unggul di efisiensi dan keheningan—tanpa kipas, tetap adem dan senyap.
Daya Tahan Baterai yang Konsisten
Salah satu keunggulan terbesar MacBook Air M1 adalah baterainya.
Dengan daya tahan hingga 15–18 jam, laptop ini masih mengalahkan banyak model terbaru.
Cocok bagi mahasiswa, penulis, atau pekerja kreatif yang butuh mobilitas tinggi.
Layar & Desain: Ringan, Tipis, Premium
Layar Retina 13,3 inci dengan resolusi 2K masih terlihat tajam dan nyaman di mata.
Meskipun tidak mendukung refresh rate tinggi atau bezel tipis seperti M2/M3, tampilannya tetap enak dilihat.
Desain unibody aluminium terasa solid dan profesional.
Bobot hanya 1,29 kg, membuatnya ideal untuk dibawa ke mana-mana.
Harga di 2025: Worth It untuk Budget 12 Jutaan
Di pasaran Indonesia tahun 2025, MacBook Air M1 dijual dalam kisaran Rp 11,5 juta hingga Rp 13 juta (tergantung kondisi dan RAM/SSD).
Dengan harga tersebut, laptop ini masih lebih unggul dibanding banyak laptop baru berbasis Intel atau AMD di segmen yang sama.
Kesimpulan: Masih Sangat Layak Dibeli
Jika kamu mencari laptop untuk produktivitas, belajar, atau kerja kreatif ringan dengan harga relatif terjangkau, MacBook Air M1 masih sangat layak dibeli di tahun 2025.
Selama tidak digunakan untuk beban kerja berat seperti animasi 3D atau editing 4K kompleks, M1 tetap bisa diandalkan.









